“Aduh….Aduh ada apa ini, masa saya harus malas-malasan, gimana mau jadi orang yang sukses kalau kaya gini terus?! Bangkit dong…ayo bangkit” inilah perkataan yang selalu aku ledak-ledakan dalam hatiku.
Entah apa yang merasuki hidupku, sehingga aku begitu malas melakukan segala hal, aku juga binggung pada diriku sendiri. Terkadang aku merasa kacau balau, pikiranku suka melayang-layang gak tentuu arahnya kemana.
Apakah ini sebuah pertanda bahwa aku ini memang dalam keadaan stress? Tapi enggak ah, karena aku masih punya kesadaran, masih serius dalam belajar…hehe…Tapi enggak tahu juga kalau persoalan ngerti dan enggaknya. Loh… memang kenapa? Soalnya aku suka ngantuk ketika belajar di kelas., baru baca dikit bacaan aja sudah teler.. padahal kalau ada even Book Fair, aku beli buku banyak looh.. tapi sampai sekarang baru satu buku yang aku baca dan itu belum selesai… hehe...
Wah, ini kenapa ya? mungkin aku terbiasa ngantuk pada waktu yang enggak tepat, misalnya saja di kelas, kalau dosen lagi ngejelasin, apalagi kalau dosennya yang pembelajarannya monoton, aduuh udah pasti ngorook kali. Akhirnya aku suka marah-marah sendiri, karena banyak pelajaran yang belum aku pahami.
Untuk mengatasi hal ini, sebenarnya aku sudah mengatur jadwal keseharianku, khususnya belajar, tapi sayangnya aku sering ngantuk, akhirnya jadwal yang telah aku susun dengan susah payah, eh terbengkalai juga.. cape deh!! Semenjak aku memiliki kebiasaan buruk ini aku mulai enggak bersemangat buat belajar, malah dalam pikiranku mengatakan “masuk kelas ko gak dapet apa-apa” rugi, rugi banget 100%, ilmu gak dapet, eh malah kesia-siaan dan rasa lelah saja yang kudapatkan.
Sekarang, sedikit-sedikit aku mulai memperbaiki cara belajarku yang salah itu, khususnya kebiasaan burukku yaitu sering ngantuk ketika belajar. Aku mulai mengatur waktu belajarku, istirahat dan bermainku. Supaya kegiatanku dapat lebih terarah dan tidak memperoleh kesia-siaan. “ Kawan mari atur waktu kita, jangan sampai waktu kita terbuang dengan sia-sia, karena rasa ngantuk sehingga kita tidur pada tempat dan waktunya.”
By: Yana Madyana







0 comments:
Post a Comment