This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, 3 December 2013

Ngantuk !!!

“Aduh….Aduh ada apa ini, masa saya harus malas-malasan, gimana mau jadi orang yang sukses kalau kaya gini terus?! Bangkit dong…ayo bangkit” inilah perkataan yang selalu aku ledak-ledakan dalam hatiku.
Entah apa yang merasuki hidupku, sehingga aku begitu malas melakukan segala hal, aku juga binggung pada diriku sendiri. Terkadang aku merasa kacau balau, pikiranku suka melayang-layang gak tentuu arahnya kemana.
Apakah ini sebuah pertanda bahwa aku ini memang dalam keadaan stress? Tapi enggak ah, karena aku masih punya kesadaran, masih serius dalam belajar…hehe…Tapi enggak tahu juga kalau persoalan ngerti dan enggaknya. Loh… memang kenapa? Soalnya aku suka ngantuk ketika belajar di kelas., baru baca dikit bacaan aja sudah teler.. padahal kalau ada even Book Fair, aku beli buku banyak looh.. tapi sampai sekarang baru satu buku yang aku baca dan itu belum selesai… hehe...
Wah, ini kenapa ya? mungkin aku terbiasa ngantuk pada waktu yang enggak tepat, misalnya saja di kelas, kalau dosen lagi ngejelasin, apalagi kalau dosennya yang pembelajarannya monoton, aduuh udah pasti ngorook kali. Akhirnya aku suka marah-marah sendiri, karena banyak pelajaran yang belum aku pahami.
Untuk mengatasi hal ini, sebenarnya aku sudah mengatur jadwal keseharianku, khususnya belajar, tapi sayangnya aku sering ngantuk, akhirnya jadwal yang telah aku susun dengan susah payah, eh terbengkalai juga.. cape deh!! Semenjak aku memiliki kebiasaan buruk ini aku mulai enggak bersemangat buat belajar, malah dalam pikiranku mengatakan “masuk kelas ko gak dapet apa-apa” rugi, rugi banget 100%, ilmu gak dapet, eh malah kesia-siaan dan rasa lelah saja yang kudapatkan.
Sekarang, sedikit-sedikit aku mulai memperbaiki cara belajarku yang salah itu, khususnya kebiasaan burukku yaitu sering ngantuk ketika belajar. Aku mulai mengatur waktu belajarku, istirahat dan bermainku. Supaya kegiatanku dapat lebih terarah dan tidak memperoleh kesia-siaan. “ Kawan mari atur waktu kita, jangan sampai waktu kita terbuang dengan sia-sia, karena rasa ngantuk sehingga kita tidur pada tempat dan waktunya.”

Kerancuan Makna Filsafat di Tengah Masyarakat

Kalau kita amati khususnya di dunia perkuliahan sekarang,  bahwa makna filsafat sebagai salah satu cabang ilmu, sudah mulai bergeser dari makna aslinya. Banyak orang-orang yang tak tahu filsafat, mengklaim bahwa filsafat adalah jurusan yang tak jelas ujungnya, tak jelas mau jadi apa nantinya, mahasiswa atau mahasiswi yang kuliah dengan jurusan filsafat, karena lowongan kerja yang membutuhkan sarjana filsafat sangat minim. Paling tidak menjadi pengajar filsafat bagi mahasiswa atau mahasiswi baru, itu pun jika ada yang berminat masuk jurusan filsafat, jika tidak ada yang berminat maka pintu untuk menjadi pengangguran akan terbuka lebar menanti kehadiranmu. Di Indonesia hanya sedikit dari banyak universitas yang mengadakan filsafat sebagai salah satu  pilihan jurusan bagi mahasiswa dan mahasiswi baru, sebagian yang lain meniadakannya karena mungkin peminat filsafat hanya sedikit atau mungkin sudah tak ada lagi. Terkhusus lagi pada filsafat islam, bahwa kita semua tahu Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tapi mengapa hanya ada satu sekolah tinggi yang fokus mengembangkan filsafat islam? Padahal filsafat islam merupakan pilar penting bagi umat islam untuk menghadapi berbagai tantangan zaman yang kian hari semakin mengancam kebenaran agama islam itu sendiri.
Sebagian mereka berpikir bahwa filsafat  hanyalah ilmu yang  berbicara masalah teori tanpa mementingkan praktek. Buktinya bahwa banyak para pelajar filsafat (pelajar muslim) yang meninggalkan shalat fardhu khususnya, bahkan cenderung mempertanyakannya. Tidak hanya itu, mereka bahkan tak segan untuk tidak menghormati Al-Quran sebagai firman Allah SWT, serta memperlakukannya seperti buku bacaan biasa.
Pemahaman dan pandangan yang kurang benar tentang filsafat ini perlu untuk diluruskan agar masyarakat tidak salah dalam memandang filsafat serta tidak mengucilkan keberadaan orang-orang yang belajar filsafat. Sebetulnya filsafat itu bukan lah ilmu yang hanya berkutat dalam ranah teoritis saja, tapi juga berpengaruh dalam perilaku dan pola hidup manusia sebagai cerminan utuh perilaku orang yang bijaksana. Sesuai dengan pandangan Ikhwan al-Shafa yang ditulis di oleh Seyyed Hossein Nasr di dalam bukunya, bahwa awal dari filsafat itu adalah cinta ilmu, pertengahannya adalah pengetahuan atas segala realitas yang ada menurut ukuran kemampuan manusia, dan puncaknya adalah perilaku yang sesuai dengan pengetahuan tersebut. Dari pendapat ini dapat kita artikan bahwa orang-orang yang benar-benar mempelajari filsafat bukan lah orang-orang yang hanya mementingkan teori saja, tapi juga mementingkan praktek (kelakuan) yang mencerminkan sosok seorang yang bijak. Ibn Sina saja yang kita kenal sebagai seorang pilosof besar muslim selalu melaksanakan shalat, terlebih ketika beliau mendapatkan persoalan keilmuan yang rumit. oleh karena itu, ada baiknya kalau kita memandang cermat atas perilaku sebagian pelajar filsafat yang hanya mahir dalam teori saja dan nihil dalam praktek. Apakah hal itu disebabkan karena filsafat (filsafat mengajarkan mereka untuk bersikap demikian) atau karena pelajarnya sendiri yang menyelewengkan makna filsafat serta memanfaatkan dalil-dalil filsafat untuk menyerang praktek-praktek keagamaan, agar terkesan bahwa filsafatlah yang membimbing mereka untuk tidak shalat, mengaji, dan sebagainya. Sesungguhnya filsafat tak pernah mengajarkan demikian. Filsafat mengajarkan manusia untuk tidak hanya pandai dalam beretorika saja, melainkan juga bijak dalam tindakannya. Para pelajar filsafat yang hanya pandai dalam teori dan nihil dalam praktek itu adalah orang-orang yang belum memahami apa filsafat seutuhnya, sejatinya mereka itu belum pantas mengaku sebagai seorang pelajar filsafat.
Kemudian statemen yang mengatakan bahwa pelajar filsafat itu merupakan pelajar yang tidak memiliki masa depan yang jelas justru keliru. Mereka berkata demikian karena mereka hanya memandang filsafat hanya dari kulit luarnya saja, tanpa mengetahui isi filsafat itu seperti apa. Filsafat itu mengajarkan kita untuk belajar mengatasi berbagai permasalahan hidup, termasuk permasalahan ekonomi. Mereka yang mempelajari filsafat dengan benar tentu tidak akan sulit untuk mengatasi berbagai permasalahan, terlebih permasalahan ekonomi. Karena sebelumnya mereka sudah dituntut untuk menjadi pelajar yang kreatif, terbiasa memecahkan berbagai persoalan kehidupan. Dan seorang sarjana filsafat yang baik, tentu tak akan pernah kehabisan cara untuk membuat kehidupannya menjadi baik.

By: Husnul Amilin

The Power of Tahajud

Salah satu shalat sunnah yang paling banyak memiliki keutamaan yang mulia dan sangat dianjurkan dalam islam adalah shalat sunnah tahajud. Karena sangat pentingnya serta banyak memiliki keeutamaan dibandingkan dengan shalat sunnah yang lain sehingga shalat sunnah   ini  tercantum dalam al- Quran “Dan pada sebagian malam lakukanlah shalat tahajud  ( sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah- mudahan Tuhan mengangkatmu ke tempat yang terpuji”. ( QS. Al Isra : 79)
Jika seseorang terbiasa dalam melaksanakan tahajud maka secara otomatis dapat dipastikan hidupnya akan selalu bersemangat dalam beraktivitas, fikiran yang selalu fress, tindakan yang akan teratur dan teliti, serta akan tenang dalam menghadapi berbagai masalah. Mengapa demikian? Karena orang yang selalu bertahajud akan memulai aktivitasnya dengan bermahabbah terlebih dahulu dengan Sang Ilahi, dengan demikian segala aktivitasnya selalu disertai dengan naungan cahaya Ilahi Sang pemberi  semangat, Sang Maha Kuasa dan Sang Maha Suci.
Orang yang bertahajud  secara komitmen dan continyu akan mendapatkan hasil yang sangat memuaskan dalam  keberlangsungan aktivitasnya.  Bahkan kesuksesan dan keberhasilan dunia maupun akhirat akan menanti orang yang selalu bertahajud. Karena orang yang selalu bertahajud segala aktivitasnya akan selalu berada di dalam bimbingan Tuhan semesta alam.
Siapa yang melakukan shalat tahajud berarti dia telah menjadi orang yang terpilih, karena disaat kebanyakan orang tertidur pulas, dia bisa bangkit dan melawan rasa kantuknya untuk  melakukan shalat Tahajud. Perlu kita ketahui bahwa perbedaan muslim biasa dan muslim yang luar biasa  adalah terlihat dari kebiasaan shalat tahajudnya. Jika ada orang yang selalu bertahajud maka dia adalah muslim yang luar biasa, tetapi jika tidak terbiasa melakukan tahajud berarti dia adalah muslim yang biasa saja. Orang yang selalu bertahajud bisa kita kenal dalam kehidupan sehari-harinya dari muka yang selalu cerah dan ceria, aktivitas yang selalu bersemangat dan  rajin, serta  hati yang selalu tenang dalam menghadapi segala macam masalah. Selain  mendapatkan kesuksesan di dunia, orang yang terbiasa dengan bertahajud juga akan mendapatkan posisi yang tinggi dan terpuji di sisi Tuhan dibandingkan dengan yang lainnya.
Tentunya jika kita ingin selalu sehat dan bersemangat dalam beraktivitas baik lahir maupun batin dalam rangka mendapatkan kesuksesan dunia maupun akherat, maka kunci- nya adalah shalat tahajud. Karena tahajud adalah power atau kekuatan sejati untuk rohani dan jasmani  yang bisa memandu dan mengarahkan kita pada hidup yang selalu bersemangat, fikiran yang selalu jernih dan fress, serta akan menuntun kita untuk selalu bersikap optimis dalam menghadapi kejamnya dunia ini.

By: Ridwan Ependi

Monday, 2 December 2013

SEKILAS SEJARAH PERJALANAN EPISTEMOLOGI BARAT

Membahas sejarah perkembangan epistemologi tidak lepas dari proses berpikir manusia. Pertanyaan seputar bagaimana manusia memperoleh pengetahuan menjadi ciri khas dari epistemologi. Dalam hal berpikir akan muncul tiga sikap, yaitu sikap percaya, menolak, dan ragu dari ketiga sikap manusia itu menafikan ada sikap lain dalam berpikir.  Dari ketiga sikap manusia berpikir inilah menandai perkembangan zaman. Ada sekelompok orang yang mempercayai bahwa realitas itu dapat dikenali, baik mengunakan akal atau salah satu dari instrumen epistemologi tersebut.
Setelah mengunakan instrumen epistemologi kita mengkonfirmasi adanya realitas. Ketika memastikan adanya realitas maka kita mengambil sikap percaya, di sisi lain  ada pula yang mengunakan indera untuk mengenal realitas, kita menyebutnya dengan matrealism. Sudut yang paling ekstrim sekelompok orang yang sama sekali tidak mempercayai realitas, kita menyebutya dengan agnostik.
Pada kesempatan ini kita akan menitikberatkan, bagaimana ciri epistemology dari zaman yunani hingga modern dalam memandang realitas. Sebagaimana kita ketahui perkembangan zaman melahirkan ciri khas peradaban. Seperti halnya di yunani klasik saat itu sudut pandang seseorang berpijak dari landasan kosmologinya, jadi kajian filosofis cendikiawan yunani saat itu berfokus pada alam. pada zaman ini lahirlah filosof seperti Thales (640 sm), kemudian ada  Anaximander, anaximenes dan Heraclitus yang mengkaji asal muasal alam semesta. Pandangan epistemology mereka dipengaruhi empiris sensual, Karena mereka mengamati realitas dengan indera maka kita dapat mengetahui bahwa pandangan filosof yunani  mereka berasal dari pengamatan empiris.
Lambat laun kajian alam ini dibawa ke ranah teologis, dahulu para filosof yunani mengatakan asal muasal terbentuk alam ini dari materi seprti air, udara, tanah dan atom atom. Pada masa scolastik isu cikal bakal alam ini berasal dari Tuhan. Pada masa ini lahirlah filosof seprti Thomas Aquinas, St Agustinus, dan para penginjil seperti Lukas,dll. Pada masa ini landasan epistemologinya berpijak dari dogma-dogma wahyu dan peran rasio. Perkembangan dunia sains tampak mulai berkembang ketika itu walau sering terjadi pro dan kontra dengan ajaran gereja. Diantaranya adalah Nikolous Copernikus si tokoh gerejani ortodox yang menemukan matahari sebagai pusat tata surya, Johanes Kepler yang juga memperoleh penemuan yang memantapkan teori heliosentris (matahari sebagai pusat peredaran), Galileo Galilei, ada juga pemikir pengatahuan sosial seperti Hugo de Groot si penggagas hukum internasional, Nicollo Machievelli, dan Thomas More. Semua penemuan ini membuat kelompok agama ketakutan karena kekuasaan agama baik atas pengetahuan maupun politik semakin terancam. Tokoh lain yang termasuk paling memberi pengaruh pada perubahan sejarah dunia adalah Francis Bacon yang mencoba memisahkan urusan agama dengan pengetahuan karena memiliki tempatnya masing-masing.
Semakin kuatnya pertentangan itu maka lahirlah satu masa dimana orang berbondong-bondong keluar dari agama dan meragukan otoritas wahyu. Masa ini di namakan masa renaisains dan aflarung dimana dari pandangan teologis berpindah fokus menjadi antroposentis (manusia pusat segalanya). Masa renaisans semakin sempurna dengan teori yang membuat pemantapan terhadap dasar kebenaran pengetahuan. Secara garis besar terdapat dua kubu yaitu ada yang meyakini akal sebagai dasar pengetahuan dan ada juga yang menganggap pengalaman indra sebagai dasarnya. Kedua kelompok ini lebih dikenal dengan rasionalisme dan empirisme.
Berkaitan dengan rasionalisme dan empirisme memiliki pandangan yang berbeda dalam melihat realitas. Kaum realis menganggap realitas dikenali hanya materi maka alat yang dapat digunakan untuk mengenal realitas adalah indera.  Nanti dalam prosesnya disebut empirisisme. Empirisme adalah aliran filsafat berkoalis dengan matrealisme. Empirisisme adalah aliran filasafat yang berbicara bahwa fakta hanya dapat dikenali melalui indera. Tetapi bukan sembarang indera tetapi indera yan g telah berulang-ulang dicoba, observasi dan penelitian agar menganalisir kesalahan. Untuk itu tidak lagi disebut sensualitas.
Kelompok kedua menganggap relitas itu tidak hanya materi kita menyebutnya rasionalis. Karena meyakini realitas dapat dikenali dengan indera tepi dapat pula dikenali dengan akal. Mereka menganggap bahwa indera benda mati, kalau tidak ada akal maka tidak berfungsi. Akalah yang menentukan mengenali realitas. Indera hanya dapat mengenali realitas yang material, itupun tanpa akal tidak dapat mengetahui. 
Pada abad pertengahan munculah subjektifitas manusia dan semakin parah dengan munculnya aliran eksistalisme, individulisme, dan kapitalisme. Akan tetapi pada abad itu bukan tidak ada filosof yang keluar dari mainstream, seperti Handri Bragson yang bicara intuisi diantara hingar bingar. Dan fase yang paling kacau ketika siapa saja bicara semaunya tanpa pijakan pengetahuan yang jelas.

Wednesday, 27 November 2013

Read and Write

One thing important for us especially for student is reading and writing. Every day we face text, and sometimes I feel that my life is lies text. Several years ago, I joined the Indonesian Language class taught by Mr. Hernowo. Every meeting he always teaches us about the way to enjoy reading and writing, and when the class over, he always gives us assignments; the assignments are easy, we just have to read an article and after that we have to write what we read according to our appreciation. For the first time it was really difficult for some people.
Why it feels difficult? I will give you an illustration; if we want to give something for our friends or others, but we do not have anything, what will you give to them? Absolutely we will not give anything because we do not have anything.  Like writing, if we write, we have to give some words too for our text, but if we do not have any words, how could we write? Okay, we could write, but it is so difficult to do, because we are too poor to arrange words, and what I mean construction in writing is vocabularies; we have so many vocabularies, somehow we start to write we will never be confused to think what we have to give for our text because we have already unlimited vocabularies in our mind.

The simple way to get unlimited vocabularies is just reading. The more we read the more we get vocabularies, because our memory will save anything what we read. After reading, do not worry if we want to write because we have been ready to share something; eventually, I suggest you all if you want to write, no matter what it­­­ is, such as paper, journal, story, history, novel or just a beautiful diary, do not forget to read previously.

Sunday, 24 November 2013

Makna Warna


MERAH 
Makna positif: cinta, energi, kuasa, kekuatan, penderitaan, panas 
Makna negatif: kemarahan, bahaya, peringatan, ketidaksabaran 


MERAH MUDA 
Makna positif: sehat, bahagia, feminin, rasa kasihan, manis, suka melucu 
Makna negatif: kelemahan, kewanitaan, ketidak dewasaan 


BIRU 
Makna positif: keheningan, mencintai, kesetiaan, keamanan, percaya, intelligence 
Makna negatif: kedinginan, ketakutan, kejantanan 


HIJAU 
Makna positif: uang, pertumbuhan, kesuburan, kesegaran, penyembuhan 
Makna negatif: iri hati, kecemburuan, kesalahan, kekacauan 


KUNING 
Makna positif: terang/cerdas, energi, matahari, kreativitas, akal, bahagia 
Makna negatif: penakut, tidak bertanggungjawab, tidak stabil 


UNGU 
Makna positif: raja, royalti, kaum ningrat/bangsawan, spirituality, kemewahan, ambisi 
Makna negatif: misteri, kegaiban, kemurungan 


COKELAT 
Makna positif: ramah, bumi, keluar rumah, umur panjang, konservatif 
Makna negatif: dogmatis, konservatif 


HITAM 
Makna positif: perlindungan, dramatis, serius, bergaya/anggun, formalitas 
Makna negatif: kerahasiaan, kematian, kejahatan/malapetaka, kegaiban 


PUTIH 
Makna positif: kebaikan, keadaan tak bersalah, kemurnian, segar, gampang, bersih 
Makna negatif: musim dingin, dingin, jauh (dari berbagai sumber) 


ORANGE 
Makna positif: keberanian, kepercayaan, kehangatan/keramahan, keakraban, sukses 
Makna negatif: ketidak-tahuan, melempem, keunggulan 


ABU-ABU 
Makna positif: keamanan, keandalan, kecerdasan/inteligen, padat, konservatif 
Makna negatif: muram, sedih, konservatif 


EMAS 
Makna positif: kekayaan, kemakmuran, berharga, tradisional 
Makna negatif: ketamakan, pemimpi 


PERAK 
Makna positif: glamor, tinggi, anggun, sleek 
Makna negatif: pengkhayal, tidak tulus 

Monday, 18 November 2013

Blog Baru

disaat sakitku tak kunjung mereda, aku membuat blog ini sebagai sahabat dikala aku terasing di persemayamannku